Masih hujan.
Di luar dingin sekali.
Sudah subuh.
Tapi dunia masih begitu gelap.
Sesekali nampak cahaya di jalanan.
Dari manusia yang mengejar asa untuk sesuap nasi hari ini.
Selimut ini tak hendak terlepas dari tubuhku.
Hangat dan begitu menyenyakkan.
Setelah percumbuan yang dimenangkan setan tadi malam.
Aku hanya bisa mendengkur di sisa pagi.
Menanti matahari terbit lagi.
Dengan harapan, hari ini aku bisa lebih baik lagi.
Lebih mulia lagi.
Ah, manusia!
Setelah harta dan kemuliaan, apa lagi yang kay cari di sisa perjalanan singkat ini?
Bengkulu, 2011


